0
comments
Saturday, October 30, 2004
A HEART FOR A HEART
Kau tahu, aku bisa tak mencintaimu. Aku benci kamu. Aku sanggup mengalihkan cintaku sedalam aku membencimu. Bukankah batas antara cinta dan benci sangat tipis? Aku tak percaya jika kau mencintai seseoranng, kau tak sanggup membencinya. Mengapa? Jika ia membencimu, apakah kau akan terus mencintainya? Bodoh! Benci adalah cinta. Dan cinta adalah benci. Kau mencintainya dan kau membencinya. Jika ia membencimu, maka bencilah ia. Karena itu cinta yang ia inginkan.
Hidup membutuhkan keseimbangan. Dan aku akan berusaha sekuat tenaga agar terus seimbang. Tak ada yang lebih memberatkan dari cinta maupun benciku. Aku sanggup mencintaimu sedalam aku membencimu. Benciku padamu seberat cintaku.
Aku akan membalas semua yang kau berikan padaku dengan sepadan. Setimpal untuk setiap gelak tawa maupun air mata yang aku berikan. Sama untuk setiap goresan maupun bunga yang mekar dalam hatiku. Tak ada yang gratis di dunia ini. Aku tak sudi kau berikan hatimu cuma-cuma. Kau bagikan sayangmu sukarela. Dan kau hibahkan pedihmu tak berbalas. Aku akan memberimu hal yang sama.
Ketika kau mencintaiku, aku akan mencintaimu. Dengan proporsi yang sama tentunya. Aku tak akan menjadi budak cintamu, dan aku tak sudi menjadi tuan cintamu. Kita sama, kita seimbang. Jika kau menciumku, aku akan menciummu. Ketika aku memelukmu, aku ingin kau memelukku. Ketika kita bergandengan tangan, maka jemari kita akan saling berpaut, tak ada yang menarik atau menggenggam.
Ketika aku membencimu, aku tak akan ragu untuk mengeluarkan kata demi kata yang akan menyakitimu, lebih dari kau menyakiti aku. Aku akan balas semua tikaman pisaumu. Aku akan toreh hatimu sedalam kau sayat hatiku. Dan ketika kau memutuskan untuk semakin menaburkan garam di luka yang kau buat, aku akan membakar hatimu dan memecahkannya berkeping-keping. Sampai hanya debu yang tersisa, yang tak bisa kau rekonstruksi kembali dan hanya bisa kau kenang, bahwa dulu kau punya sepotong hati sebagai bagian dirimu. Dan hati itu kini telah kuhancurkan.
Jadi, cintailah aku dan bencilah aku sebagaimana aku mencintaimu dan membencimu. Sebersit cinta untuk selintas benci. Sepotong benci untuk sekerat cinta.